Sabtu, 23 September 2017

PLC (Programmable Logic Controller)

PLC (Programmable Logic Controller)

PLC adalah suatu alat yang digunakan untuk menggantikan fungsi sederetan rangkaian relay yang ada pada sistem kontrol proses konvensional. LPC ini juga bisa disebuat sebagai rangkaian relay dengan bentuk compact. Dalam dunia industri, PLC banyak digunakan untuk kegiatan otomasi
seperti proses pengepakan, penanganan bahan, sampai dengan perakitan otomatis
PLC mencakup relay, timer, counter, sequencer, dan beberapa fungsi yang dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan.
PLC dalam aplikasi banyak dipakai di industri-industri dan juga diigunakan sebagai sistem pengendali (control) pada wahana.




Secara umum, PLC memiliki dua fungsi, yakni sebagai kontrol sekuensial dan monitoring plant. Fungsi kontrol sekuensial dapat diartikan sebagai penjagaan agar semua step atau langkah dalam proses sekuensial (pemrosesan input sinyal biner menjadi output) berlangsung dalam urutan yang benar dan tepat.
Sedangkan fungsi monitoring plant dapat diartikan sebagai proses memantau sebuah sistem (seperti temperatur, tekanan, tingkat ketinggian), lalu mengambil tindakan yang dibutuhkan sehubungan dengan proses yang telah dikontrol tadi, misalnya nilai sudah melebihi batas, atau menampilkan pesan tersebut ke operator agar mendapatkan tindak lanjut yang tepat.
cara kerja PLC adalah dengan cara mengamati masukan (melalui sensor-sensor yang ada), kemudian melakukan pengolahan serta tindakan yang sesuai degan kebutuhan, seperti menghidupkan atau mematikan keluarannya. Berdasarkan prinsip kerja PLC tersebut, berikut adalah beberapa aplikasi PLC dalam kehidupan sehati-hari.
  • Pengatur nyala lampu lalu lintas
  • Kontrol kualitas benda berdasarkan besar kecilnya
  • Alat bantu pengepakan di pabrik
  • Perakitan sebuah barang secara otomatis
  • Control wahana/ rides
  • Dll.

0 komentar:

Posting Komentar

Hungry dog. Bola tidak mau turun

September 02, 2018       No comments Hungry dog. Bola tidak mau turun